Bukan Balasan CINTAmu yang kuharapkan
Bukan perhatianmu yang kudambakan
Yang kuinginkan hanya senyum manis yang hadir dari bibir indahmu.
Ketika CINTA hadir dalam hidupmu maka
Yakinlah masalah baru sebentar lagi akan datang menghampirimu.
Karena ujian baru telah dipersiapkan.
Membuat sang dewi CINTA meneteskan air mata,
Jika aku hadir disampingmu bukan berarti aku hadir seutuhnya,
namun jika aku tidak berada disampingmu bukan berarti aku telah
mengabaikanmu
semua itu karena sesuatu hal yang belum engkau pahami.
CINTA yang aku tampakkan untukmu hanyalah serpihan-serpihan CINTA yang
sesungguhnya dari diriku,
karena engkau takkan mampu memahami CINTAku seutuhnya.
Mulut ini sangat ingin mengatakan kalau aku mencintaimu, tapi masih
pentingkah kata itu jika maknanya telah tersampaikan lewat perbuatanku?
Bukan karena aku pengecut lantas aku tak mengungkapkan perasaan ini
Tapi aku takut hakikat CINTA itu ternodai dengan kata-kata yang tak
mampu mewakili makna CINTA
Yang sesungguhnya.
Untuk apa CINTA dibahasakan?
sedangkan tanpa katapun hati mampu memahaminya.
Untuk apa CINTA dibuktikan?
Sedangkan tanpa dibuktikanpun CINTA tetap akan terpahami.

0 comments:
Post a Comment